BREAKING NEWS :

Dinkes DKI Sebut Ada 32 Pasien Suspect Corona di Jakarta



Kenkenews - Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti mengatakan hingga saat ini di Jakarta terdapat 32 pasien dalam pengawasan virus corona atau COVID-19. Terdapat pula 115 orang dalam pemantauan berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa tidak ada kasus penderita COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta. Dari semua pasien terduga itu belum ada yang terbukti positif terjangkit virus asal Wuhan tersebut.

"Menurut hasil tes laboratorium menunjukkan, tidak ada pasien penderita COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta," kata Widyastuti dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 29 Februari 2020.

Hal tersebut disampaikan Widyastuti terkait beredarnya informasi melalui penyebaran foto dari salah satu slide dalam paparan Dinkes Provinsi DKI Jakarta tentang Kewaspadaan Corona Virus Disease 2019 di DKI Jakarta.

Widyastuti menyebutkan informasi tersebut tidak benar, karena gambar slide dan penjelasan yang beredar tidak menjelaskan secara benar dan utuh dari isi paparan.

Widyastuti menyebutkan pada slide tersebut yang dimaksudkan dengan kasus COVID-19 adalah pasien dengan dugaan awal COVID-19, karena memiliki gejala dan riwayat perjalanan dari negara terjangkit. "Namun pemeriksaan sampel di Litbangkes Kementerian Kesehatan RI menunjukkan hasil negatif COVID-19 di DKI Jakarta," ujarnya.

Widyastuti mengatakan ratusan orang dalam pemantauan dan pasien suspek corona dalam pengawasan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE).

Widyastuti menyebutkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI dan instansi terkait dalam melaksanakan pengawasan dan pemantauan penyebaran kasus Corona. Dia meminta masyarakat untuk tidak cemas.

Dinas Kesehatan DKI membuka layanan call centre di nomor 081388376955 bagi masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut terkait virus Corona. "Kami berharap agar masyarakat tak perlu cemas dan tidak mudah percaya dengan beredarnya pemberitaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait," ujarnya.(tempo)
Powered by Blogger.