BREAKING NEWS :
Loading...

Cawalkot Cilegon Ati Marliati: Saya Bukan Keturunan Dinasti Korupsi


Kenkenews - Bakal calon Wali Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati, menegaskan bukan keturunan dinasti korupsi. Pernyataan itu menjawab sindiran yang digaungkan rivalnya, bakal calon wali kota jalur independen Ali Mujahidin.
Suasana Pilwalkot Cilegon 2020 diwarnai sindiran kepada calon petahana. Ali Mujahidin (Mumu) kerap melontarkan slogan 'Dinasti dan Korupsi Harus Berhenti'. Slogan itu menjadi kampanye Mumu yang terdapat di baliho-spanduk.

"Bahwa saya adalah anak pejuang, bukan anak dinasti turunan korupsi. Saya sampaikan bahwa sukses kita, sukses Cilegon, tak boleh henti," kata Ati, yang merupakan Wakil Wali Kota Cilegon, saat menyampaikan sambutan pada acara pengukuhan tim pemenangan partai dan relawan, Sabtu (7/3/2020).

Ati punya slogan 'Sukses Cilegon Tak Boleh Henti'. Slogan itu lantas dibalas Ali Mujahidin dengan 'Dinasti dan Korupsi Harus Berhenti'. Mumu mendaftarkan diri lewat jalur perseorangan berpasangan dengan pesinetron Lian Firman.

"Itu adalah tagline yang insyaallah ber-akhlakul karimah, tagline yang tidak menyinggung masyarakat," ujar Ati.

Ati menilai ada upaya kampanye provokatif yang dilakukan rivalnya dalam pertarungan merebutkan kursi Cilegon-1. Untuk itu, ia menitipkan kepada tim dan relawan pemenangannya agar tidak terpancing dan tetap melakukan kampanye bermartabat.

"Saya sudah melihat di akhir ada upaya provokatif yang menjatuhkan kandidat. Saya lebih senang menyampaikan proses pembangunan ke depan. Silakan melakukan inovasi dan strategi yang baik dan bermartabat," kata dia.

Dinasti yang dimaksud Ati adalah anak mantan Wali Kota Cilegon Aat Syafa'at sekaligus kakak kandung mantan Walkot Cilegon Iman Ariadi, yang keduanya tersangkut kasus korupsi.
Sebelumnya, Ratu Ati Marliati didukung Partai Golkar maju ke Pilwalkot Cilegon 2020. Ati Marliati merupakan kakak kandung terpidana korupsi Iman Ariadi, yang terkena OTT saat menjabat Wali Kota Cilegon.

"Tidak ada nama lain, kita satu suara, satu iktikad, satu niat. Inilah kebiasaan Golkar membuka ruang agar demokrasinya hidup. Sebab, jika tidak ada rapimdasus, tidak sah pencalonan Ibu Ati," kata Sekretaris DPD Golkar Cilegon Sutisna Abas, Minggu (24/11/2019).(detik)
Powered by Blogger.