BREAKING NEWS :

Geger Imbauan Anies Larang Hubungan Suami Istri, Faktanya?


Kenkenews - Beredar surat yang ditandatangani Gubernur DKI Jakarta soal larangan sementara hubungan suami istri untuk menghentikan penyebaran corona covid-19 di lingkungan keluarga. Surat tersebut ditandatangani 20 Maret 2020.

Berikut kutipan isi suratnya:

Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020

PENGHENTIAN SEMENTARA HUBUNGAN SUAMI ISTRI

DALAM RANGKA PENGHENTIAN PENYEBARAN VIRUS COVID-19 DI LINGKUNGAN KELUARGA

Dalam rangka menghambat penyebaran Virus COVID-19 maka untuk sementara waktu hubungan suami istri dihentikan sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Demikianlah himbauan ini untuk dapat diperhatikan dan dilaksanakan. Terima kasih dan mohon bersabar.

Dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 20 Maret 2020

Gubernur DKI Jakarta

Anies Baswedan

Verifikasi Fakta

Penelusuran VIVAnews, seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020 adalah tentang penghentian sementara kegiatan perkantoran dalam rangka mencegah penyebaran wabah Covid-19. Informasi soal ini juga telah dikonfirmasi melalui laman http://data.jakarta.go.id/jalahoaks/.

VIVAnews mencoba mengonfirmasi Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Atikah Nur Rahmania. Ia pun memberikan link yang sama dengan yang di atas.

"Yth Bpk/Ibu bersama ini diinformasikan bahwa utk mengetahui validitas informasi yg beredar di berbagai media sosial, mohon dapat merujuk JAKARTA LAWAN HOAKS (JALA HOAKS) pada laman:   http://data.jakarta.go.id/jalahoaks/," katanya melalui pesan singkat.

Saat dikonfirmasi, anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Naufal Firman Yursak mengatakan nomor surat larangan tersebut memang sama dengan seruan bekerja dari rumah.

"Itu kan SE nomor 6 yang imbauan work from home. Masa nomor suratnya sama," katanya.

Berdasarkan penelusuran di atas, surat larangan hubungan suami istri tersebut adalah tidak benar. Pesan sebenarnya dari seruan tersebut telah diubah.  [vivanews]
Powered by Blogger.