BREAKING NEWS :

Tsunami PHK Dipicu Corona Siap Menerjang


Kenkenews - Indonesia belum memberlakukan lockdown atau karantina wilayah demi mencegah penularan wabah virus corona covid-19 kian meluas. Baru sebatas social distancing atau physical distancing alias pembatasan interaksi antarorang dengan anjuran bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah. Kebijakan itu lebih longgar ketimbang lockdown. Aktivitas perekonomian masih berjalan meski terbatas.

Namun, dampaknya ternyata tidak kecil. Ketika sebagian besar pekerja kantoran bekerja di rumah, kantor mereka tutup, tetapi para pekerjanya tetap digaji tiap bulan. Sayangnya, itu jadi petaka bagi pekerja pemelihara gedung-gedung perkantoran. Mereka biasanya dipekerjakan secara alih-daya (outsourcing) dan diupah secara harian. Kalau kantor-kantor tutup, mereka tidak bekerja, dan berarti tidak diupah.

Begitu juga dengan para pekerja di sektor lain yang mengandalkan pendapatan harian seperti pegawai hotel, pelayan restoran, buruh pabrik. Tingkat hunian hotel atau kunjungan di restoran dan produksi pabrik menurun seiring pembatasan interaksi sosial sehingga pendapatan menurun drastis. Pemutusan hubungan kerja (PHK) tak terhindarkan kalau bisnis terus-menerus lesu.

Para pengemudi taksi atau ojek tak kalah merana. Orang-orang berdiam di rumah dan tak ke mana-mana sehingga mereka tak memerlukan jasa pengemudi taksi atau ojek —yang online maupun offline. Orderan produk-produk kuliner merosot tajam karena warga lebih banyak di rumah dan memasak makanan sendiri. Masih banyak lagi yang terdampak wabah covid-19. [vivanews.com]
Powered by Blogger.