BREAKING NEWS :

Ini Lima Alasan Pemerintah Belum Mau Turunkan Harga BBM


Kenkenews.com - Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi sorotan dalam rapat dngar pendapat Komisi VII DPR RI,  Senin (4/5). Menteri ESDM, Arifin Tasrif menegaskan bahwa harga BBM bulan ini belum akan terdapat perubahan dan masih mengacu pada penerapan harga jual eceran April 2020.

Terdapat lima poin alasan Kementerian belum juga menerbitkan regulasi baru sebagai acuan penurunan harga BBM. Salah satu alasan lainnya adah kementerian juga mempertimbangkan kemampuan keuangan Pertamina apabila harga bbm disesuaikan.

“Kami hitung kemampuan Pertamina. Kami perhatikan ini dampaknya dua bulan atau tiga bulan. Apakah ini berlangsung lama atau singkat” ujarnya saat rapat virtual dengan Komisi VII DPR, Senin (4/5).

Arifin mengatakan, volume penjualan BBM di Indonesia turun secara signifikan sekitar 26,4 persen pada April 2020 dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19. PT Pertamina (Persero) sebelumnya mengungkapkan konsumsi bbm secara nasional turun 35 persen sejak Maret 2020 akibat pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah.

Berikut lima penjelasan Menteri ESDM, Arifin Tasrif disarikan dari laporan singkat Komisi VII DPR RI:

Pertama, pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia yang belum stabil atau memmiliki volatilitas yang cukup tinggi. Pemerintah juga menuggu pengaruh dari pemotongan produksi OPEC+ 9,7 juta barel per hari pada Mei-Juni 2020, pemotongan sebesar 7 juta barel per hari pada Juli-desember 2020 serta 5,8 juta barel per hari pada Januari 2021 hingga April 2022.

Kedua, harga BBM di Indonesia diklaim masih yang termurah di antara negara-negara ASEAN dan dunia. Ketiga, volume penjualan BBM di Indonesia turun secara signifikan sekitar 26,4 persen pada bulan April 2020 dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19.

Harga Jenis Bahan Bakar Umum (JBU) telah turun sebanyak dua kali pada tahun ini. Rinciannya, harga BBM turun Rp300 per liter hingga Rp1.750 per liter pada Januari 2020. Kemudian, harga BBM turun lagi sebesar Rp50 per liter hingga Rp300 per liter pada Februari 2020.

Keempat, pemerintah tetap mempertahankan kebijakan Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM bersubsidi dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) serta memberikan subsidi untuk minyak tanah dan LPG.

Kelima, pemerintah masih menjaga harga tetap karena harga minyak dunia dan kurs masih tidak stabil. Menyikapi kondisi ini, bebepara badan usaha melakukan aksi korporasi.

Terkiat hal ini, Komisi VII meminta Menteri ESDM untuk memberikan penjelasan terkait harga BBM di saat rendahnya harga minyak mentah di dunia dan disampaikan secara tertulis kepada Komisi VII DPR.

Komisi VII mendesak Menteri ESDM melakukan penyesuaian harga BBM dengan merevisi Kepmen ESDM Nomor 62 Tahun 2020 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak jenis umum dan minyak solar yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum dan/atau stasiun bahan bakar nelayan. []
Powered by Blogger.