BREAKING NEWS :

Ketika Tak Ada Lagi Jual Beli dan Persahabatan


Perdagangan dan persahabatan tidak bisa lepas dari kehidupan selama didunia, banyak diantara kita bisa melaluinya dengan selamat ada pula yang terjerumus kedalamnya.

Selamat artinya memperoleh harta dari jual beli perdagangan namun tidak meninggalkan ibadah kepada Allah Ta’ala, bahkan semua sebagai wasilah pengantar ke jannah, namun banyak yang terjerumus kedalam kenikmatannya sehingga lupa dengan urusan akhirat.

Demikian pula dengan persahabatan, mereka mencari sahabat bukan dalam rangka ketaatan namun hanya sebagai penghibur dunia beserta segala urusannya, sehingga melalaikan peran saling menasehati dalam ketakwaan.

Allah Ta’ala berfirman:

قُل لِّعِبَادِىَ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَيُنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِّنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلٰلٌ

“Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, Hendaklah mereka melaksanakan sholat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan.” (QS. Ibrahim 14: Ayat 31)

Qatadah mengatakan, “Sesungguhnya Allah telah mengetahui bahwa di dunia ini telah membudaya jual beli dan persahabatan yang mereka bina di dunia. Oleh karena itu, hendaklah seseorang memilih sahabat bergaul­nya dan karena apakah ia bersahabat. Jika persahabatan itu karena Allah, hendaklah dijaga kelestariannya; dan jika bukan karena Allah, hendaklah ia memutuskannya.”

Menurut kami, makna yang dimaksud ialah Allah memberitahukan bahwa tiada suatu jual beli dan tiada pula tebusan yang bermanfaat bagi seseorang, sekalipun seseorang menebus dirinya dengan emas sepenuh bumi, jika memang emas ada pada hari itu. Dan tiada manfaat persahabatan seseorang, serta tiada manfaat pula syafaat seseorang jika orang yang bersangkutan menghadap kepada Allah dalam keadaan kafir. (Tafsir Ibnu Katsir)

Di ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman,

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفٰعَةٌ  ۗ وَالْكٰفِرُونَ هُمُ الظّٰلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 254)

Maka marilah kita berlomba-Iomba untuk meraih keuntungan haqiqi dari transaksi jual beli dengan Allah. Mumpung jalan transaksi itu masih dibuka, mumpung masih ada kesempatan untuk meraihnya. Sebelum datang satu hari dimana sudah tidak ada Iagi transaksi jual beli di dalamnya. Sudah tidak bisa Iagi meraup keuntungan yang dapat menyelamatkan diri dari adzab yang pedih. Pada hari itu kita tidak bisa Iagi meminta syafaat, meminta pertolongan dari sahabat karib yang sangat akrab sekalipun.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia
Powered by Blogger.