BREAKING NEWS :

Pekerja Serabutan Sepi Job, Pengangguran Bisa Capai 25 Juta Orang


Kenkenews.com - Selain sektor kesehatan, pandemi Covid-19 berdampak terhadap sektor ekonomi khususnya keberlangsungan pekerjaan dan pendapatan. Data Kementerian Ketenagakerjaan per 20 April 2020 mencatat sebanyak 2.084.593 pekerja dari 116.370 perusahaan dirumahkan dan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Ini semua akan berdampak secara masif terhadap permasalahan ekonomi Indonesia, selain itu juga pada persoalan yang terkait dengan kemiskinan,”, ungkap Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoensia (LIPI), Tri Nuke Pudjiastuti pada Kamis (21/5) di Jakarta.

Nuke menjelaskan, beradaptasi dengan Covid-19, bukan berarti mengabaikan salah satunya, baik protokol kesehatan atau ekonomi. Menurutnya, keduanya penting agar menjadikan kekuatan Indonesia agar tetap terjaga,” jelasnya.

Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Ngadi menjelaskan,Covid-19 membuat 55 persen pekerja serabutan menganggur. Pekerja serabutan yang dimaksud adalah pekerja bebas pertanian dan non-pertanian.

“Sebanyak 38 persen order berkurang. Dilihat dari pendapatan, sebanyak 58 persen pekerja bebas tidak memiliki pendapatan selama masa pandemi Covid 19 dan 28 persen pendapatan berkurang  sampai 30 persen,” imbuh Ngadi.

Ngadi mengungkapkan, dari hasil survei LIPI bersama bersama Badan Litbang Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, dan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia,  diprediksi 10 juta pengusaha mandiri akan berhenti bekerja.

Sementara, 10 juta lainnya menurun pendapatan lebih dari 40 persen. Survei dilakukan selama periode 24 April sampai 2 Mei 2020 terhadap penduduk usia 15 tahun keatas, dengan jumlah responden yang terjaring sebanyak 2.160 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

“Sebanyak 15 juta pekerja bebas atau pekerja keluarga akan menganggur,” ungkapnya.

Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, pengangguran bertambah 25 juta orang, terdiri dari 10 juta pekerja mandiri dan 15 juta  pekerja bebas. “Angka kemiskinan akibat adanya penurunan upah dan tanpa pendapatan diperkirakan akan mencapai 17,5 juta rumah tangga dengan asumsi Garis Kemiskinan adalah 440 ribu per kapita per bulan,” ujarnya. []
Powered by Blogger.